Home / Berita Umum / Ucapan Selamat Kepada Jokowi-Ma’ruf Berupa Karangan Bunga Berjejer Di Depan Istana

Ucapan Selamat Kepada Jokowi-Ma’ruf Berupa Karangan Bunga Berjejer Di Depan Istana

Ucapan Selamat Kepada Jokowi-Ma’ruf Berupa Karangan Bunga Berjejer Di Depan Istana – Beberapa puluh karangan bunga perkataan untuk paslon capres-cawapres nomer urut 01 Joko Widodo- Ma’ruf Amin berjejer di muka Taman Pandang Istana, Jakarta Pusat.
Karangan bunga untuk kemenangan Jokowi-Ma’ruf pada Pemilihan presiden 2019 itu telah tampak semenjak Sabtu (20/4/2019) siang. Tetapi tidak didapati persis semenjak kapan karangan bunga itu ada.

“Tidak tahu dari kapan, tetapi saya kesini barusan telah ada,” kata satu diantara petugas yang malas dimaksud namanya waktu patroli di tempat.

Berdasar pada pantauan Liputan6.com di tempat, karangan bunga itu dipasang berjejer di pinggir Taman Pandang Istana yang ada persis di muka Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Karangan bunga itu dikirim atas nama masyarakat serta beberapa komponen penduduk seperti Seknas Jokowi, Buruh Teman dekat Jokowi, Mak Irfani & The Gang, Bara JP, Aliansi Penduduk Indonesia Hebat, dan sebagainya.

Dipindah ke TKN

Tidak beberapa lama beberapa puluh karangan bunga itu diangkut Satpol PP ke atas tiga mobil truk.

Kepala Satpol PP DKI, Arifin menjelaskan, beberapa puluh karangan bunga itu akan dipindahkan ke sekretariat Team Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf. Karena, kehadiran karangan bunga itu mengganggu Ketentuan Daerah (Perda) DKI Jakarta.

“Iya kan Perdanya memang tidak diijinkan menempatkan suatu dalam tempat publik,” tutur Arifin waktu di konfirmasi Liputan6.com.

Pemprov DKI merekomendasikan supaya penduduk yang akan kirim karangan bunga untuk Jokowi-Ma’ruf diantar sesuai tempatnya, seperti sekretariat pemenangan atau relawan. Hingga tidak mengganggu penduduk umum.

Walau Taman Pandang Istana sampai kini ditujukan buat penduduk mengemukakan inspirasi, tinggalkan suatu di tempat itu tidak diperbolehkan.

“Walau seringkali digunakan demo masih tidak bisa. Kelak jika dirusak pendemo siapa yang tanggung jawab,” tuturnya.

Arifin menyatakan, larangan menempatkan karangan bunga itu di ruang umum tidak ada hubungannya dengan belum terdapatnya hasil hitungan final dari KPU. Final atau belum, penempatan karangan bunga di ruang umum dilarang.

“Ini tidak ada hubungannya dengan politik, ini hubungannya dengan Perda. Ketentuan Daerah mengenai Ketertiban Umum memang tidak diijinkan,” kata Arifin menandaskan.

About admin